Metro (omciknews.com) — Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Sosial menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jaring pengaman sosial, khususnya bagi kelompok lanjut usia (lansia).
Sebanyak 99 lansia penerima manfaat di Kota Metro menerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Penyaluran bantuan ini dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, di Halaman Kantor Dinas Sosial Kota Metro, pada Selasa (02/12/2025).
Dalam sambutannya, Wali Kota Bambang Iman Santoso menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Kementerian Sosial atas perhatian besar dan upaya nyata mereka dalam meningkatkan kesejahteraan lansia di Kota Metro. Ia menegaskan bahwa program ATENSI ini adalah bukti sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjangkau masyarakat rentan.
*Peningkatan Kualitas Hidup dan Harapan Hidup*
Wali Kota menjelaskan bahwa jenis bantuan yang disalurkan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing lansia untuk menjamin manfaatnya optimal. Bantuan tersebut sangat beragam, meliputi:
* Alat bantu mobilitas: Seperti kursi roda, bagi lansia yang mengalami keterbatasan fisik.
* Dukungan ekonomi produktif: Seperti sepeda atau modal usaha kecil, untuk lansia yang masih memiliki potensi atau kemauan untuk mandiri.
* Kebutuhan dasar: Melalui paket sembako reguler.
"Program ATENSI ini adalah bentuk kepedulian pemerintah kepada para lansia yang membutuhkan bantuan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Kami berharap bantuan ini juga turut berkontribusi dalam meningkatkan angka harapan hidup lansia di Kota Metro," ujar Bambang.
Beliau juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memberikan dukungan berkelanjutan, terutama bagi lansia yang sudah tidak mampu bekerja atau tidak memiliki dukungan keluarga yang memadai untuk menopang kehidupan sehari-hari. Pemerintah, kata Bambang, berkewajiban hadir sebagai pilar utama perlindungan sosial.
*Proses Verifikasi dan Pendataan yang Akurat*
Kepala Dinas Sosial Kota Metro, AC Yuliwati, menjelaskan proses ketat yang dilakukan dalam menjaring penerima manfaat ATENSI. Dari total 144 lansia yang awalnya diusulkan untuk menerima bantuan, hanya 99 orang yang akhirnya terverifikasi dan dipastikan layak menerima. Sisanya tercatat telah meninggal dunia atau pindah domisili, yang menunjukkan pentingnya proses validasi data.
Yuliwati menambahkan, meskipun mayoritas lansia di Kota Metro telah terlayani melalui program sosial rutin seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako, Dinas Sosial tetap menemukan sejumlah lansia yang belum tersentuh bantuan sama sekali.
"Kami terus melakukan pendataan secara aktif dan akurat melalui Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan pilar sosial lainnya di lapangan. Kami memastikan bantuan tepat sasaran melalui kunjungan langsung dan pendataan. Jika ada lansia miskin yang belum mendapatkan perhatian, akan kami telusuri, lakukan pembinaan, dan segera ajukan untuk mendapatkan bantuan," jelas AC Yuliwati.
Dengan penyaluran bantuan ATENSI ini, Pemerintah Kota Metro bertekad untuk mewujudkan misi tidak adanya lansia yang terabaikan dari perhatian sosial pemerintah. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen untuk terus meningkatkan layanan dan pendataan sosial demi kesejahteraan seluruh warga lanjut usia di Kota Metro. (ADV)
Tags
Metro