Metro Digitalisasi Pendapatan Daerah: Luncurkan Aplikasi METAS dan 6 Rekening Retribusi Non Tunai


Metro (omciknews) — Pemerintah Kota Metro mengambil langkah strategis untuk memperkuat digitalisasi pendapatan daerah dengan meluncurkan aplikasi Metro Assets Service (METAS) dan menandatangani Surat Keputusan Walikota mengenai penetapan enam rekening khusus penerimaan retribusi non tunai di Bank Lampung, Selasa (03/12/2025)


Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Metro, Ade Erwin Syah, menjelaskan bahwa kedua inisiatif ini merupakan implementasi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tahun 2025 untuk meningkatkan transparansi fiskal dan meminimalisir kebocoran pendapatan.

1. Aplikasi METAS untuk Aset Daerah

 * Fungsi Utama: METAS adalah aplikasi berbasis web yang memodernisasi pengelolaan aset daerah, mulai dari penyewaan, pemesanan, hingga pembayaran yang dilakukan secara elektronik.

 * Tujuan: Mengubah pola pengelolaan aset menjadi lebih akuntabel dan menutup celah kebocoran pendapatan karena setiap transaksi tercatat otomatis dan terintegrasi dengan sistem keuangan daerah.

 * Pengembangan: Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, meminta BPPRD untuk mengembangkan METAS agar tidak hanya terbatas pada aset daerah, namun juga mencakup retribusi daerah lainnya.

2. Rekening Retribusi Non Tunai
 
* Implementasi: Dibuka enam rekening khusus penerimaan retribusi di Bank Lampung untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola retribusi, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Disporapar, BPKAD, dan lainnya.

 * Mekanisme: Mekanisme ini sejalan dengan Permendagri No. 77 Tahun 2020. Setiap transaksi retribusi akan masuk otomatis ke rekening penerima di OPD dan kemudian dipindahbukukan ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) setiap akhir hari kerja.

 * Manfaat: Memastikan seluruh retribusi dikelola secara elektronik dan terpusat, mempercepat tata kelola pendapatan, dan meningkatkan akuntabilitas.

Wali Kota Bambang Iman Santoso menegaskan bahwa langkah ini sangat penting mengingat perubahan fiskal nasional yang menuntut daerah untuk tidak lagi bergantung sepenuhnya pada dana transfer pusat di tahun 2026.

“Artinya, kita di daerah perlu berinovasi untuk meningkatkan sumber pembiayaan pembangunan,” ujar Bambang, menekankan bahwa digitalisasi adalah kunci agar tata kelola pendapatan lebih rapi, cepat, dan dapat diawasi.


Peluncuran METAS dan pembukaan rekening non tunai ini diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Metro, yang pada akhirnya akan mendukung tercapainya visi Kota Metro sebagai Kota Cerdas Berbasis Jasa dan Budaya yang Religius. (ADV)
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال